Sesi 4 Marketing Class MDP 1
CEO Exchange: Kenneth D. Lewis vs Thomas M. Ryan
Resume oleh Fransiskus Yulianto Mage
Lecture: Ujang Sumarwan
Dua bisnis yang paling memungkinkan dilakukan di Amerika Serikat adalah perbankan dan drugstore. Saat ini kepemilikan bank dan drugstore dikuasai oleh para konglomerat. Seiring dengan perkembangan zaman, pelaku dari dua bisnis ini pun mengikuti prinsip bigger is better. Kenneth D. Lewis (CEO Bank Amerika) dipertemukan dengan Thomas M. Ryan (CEO Consumer Value Stores) dalam CEO Exchange. Mereka setuju bahwa peran CEO dalam menggabungkan nilai-nilai kehidupan sehari-hari dengan keadaan dunia modern saat ini adalah kunci sukses perusahaan.
Kenneth D. Lewis, saat ini adalah CEO dari Bank Amerika, sebuah perusahaan besar dengan 176.000 pegawai. Dikenal sebagai orang yang berprinsip pada hasil kerja yang maksimal bukan hanya pada batas standar. Memfokuskan diri pada segmen korporasi dan kartu kredit membuat Ken Lewis yakin bank Amerika akan semakin maju di masa depan. Untuk memperluas jaringan usaha, Ken Lewis yang pertama kali belajar pemasaran dengan menjual kartu Natal dari rumah ke rumah, kini melakukan ekspansi dengan membeli hampir seperempat bank yang berada di Meksiko. Harapannya akan tumbuh hubungan yang kuat dengan segmen pasar Hispanic di Amerika sendiri. Ia juga membeli 10% saham di China Construction Bank. Dengan memfokuskan diri pada sumber daya manusia di internal perusahaan, Ken Lewis mengharapkan timbulnya antusias tinggi pada diri masing-masing karyawannya. Hal ini juga yang menjadi dasarnya saat melakukan merger dengan MBNA, dimana ia mengurangi jumlah karyawan hingga 6000 orang dan mencari karyawan baru yang dapat berkontribusi lebih pada perusahaan.
Thomas M. Ryan, saat ini dipercaya sebagai CEO perusahaan farmasi ternama yaitu CVS. Berhasil mengakuisisi Revco Drugstores, Eckert, Save-On dan Osco Stores membantu CVS tersebar di berbagai penjuru Amerika dan menjadi perusahaan retail terbesar hanya dalam satu dekade terakhir. Salah satu rahasia kesuksesan CVS adalah berhasil membuat target konsumen yang tepat. Tidak hanya ingin menjadi perusahaan farmasi biasa, CVS mengutamakan pelayanan dan harga terbaik. Kita juga dapat menghabiskan waktu untuk berkonsultasi atau mungkin hanya membahas isu aktual bersama apoteker mereka. CVS juga menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan besar dalam pelayanan jasa farmasi, misalnya Daimler Chrysler dan Lockheed Martin.
Dua CEO di atas menggunakan strategi akuisisi untuk pengembangan perusahaan mereka. Tentu saja tidak melupakan visi dan misi perusahaan, sehingga inovasi dan kreatifitas perusahaan dalam pengembangan strategi lain juga diutamakan. Prinsip mereka adalah: "we look at acquisitions, we don’t look at acquisitions for growth. We look to grow acquisitions"
Saya setuju, bagaimana dengan Anda?
Kenneth D. Lewis, saat ini adalah CEO dari Bank Amerika, sebuah perusahaan besar dengan 176.000 pegawai. Dikenal sebagai orang yang berprinsip pada hasil kerja yang maksimal bukan hanya pada batas standar. Memfokuskan diri pada segmen korporasi dan kartu kredit membuat Ken Lewis yakin bank Amerika akan semakin maju di masa depan. Untuk memperluas jaringan usaha, Ken Lewis yang pertama kali belajar pemasaran dengan menjual kartu Natal dari rumah ke rumah, kini melakukan ekspansi dengan membeli hampir seperempat bank yang berada di Meksiko. Harapannya akan tumbuh hubungan yang kuat dengan segmen pasar Hispanic di Amerika sendiri. Ia juga membeli 10% saham di China Construction Bank. Dengan memfokuskan diri pada sumber daya manusia di internal perusahaan, Ken Lewis mengharapkan timbulnya antusias tinggi pada diri masing-masing karyawannya. Hal ini juga yang menjadi dasarnya saat melakukan merger dengan MBNA, dimana ia mengurangi jumlah karyawan hingga 6000 orang dan mencari karyawan baru yang dapat berkontribusi lebih pada perusahaan.
Thomas M. Ryan, saat ini dipercaya sebagai CEO perusahaan farmasi ternama yaitu CVS. Berhasil mengakuisisi Revco Drugstores, Eckert, Save-On dan Osco Stores membantu CVS tersebar di berbagai penjuru Amerika dan menjadi perusahaan retail terbesar hanya dalam satu dekade terakhir. Salah satu rahasia kesuksesan CVS adalah berhasil membuat target konsumen yang tepat. Tidak hanya ingin menjadi perusahaan farmasi biasa, CVS mengutamakan pelayanan dan harga terbaik. Kita juga dapat menghabiskan waktu untuk berkonsultasi atau mungkin hanya membahas isu aktual bersama apoteker mereka. CVS juga menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan besar dalam pelayanan jasa farmasi, misalnya Daimler Chrysler dan Lockheed Martin.
Dua CEO di atas menggunakan strategi akuisisi untuk pengembangan perusahaan mereka. Tentu saja tidak melupakan visi dan misi perusahaan, sehingga inovasi dan kreatifitas perusahaan dalam pengembangan strategi lain juga diutamakan. Prinsip mereka adalah: "we look at acquisitions, we don’t look at acquisitions for growth. We look to grow acquisitions"
Saya setuju, bagaimana dengan Anda?
