Sabtu, 25 Juni 2011

Bank vs Drugstore

Sesi 4 Marketing Class MDP 1
CEO Exchange: Kenneth D. Lewis vs Thomas M. Ryan
Resume oleh Fransiskus Yulianto Mage
Lecture: Ujang Sumarwan


Dua bisnis yang paling memungkinkan dilakukan di Amerika Serikat adalah perbankan dan drugstore. Saat ini kepemilikan bank dan drugstore dikuasai oleh para konglomerat.  Seiring dengan perkembangan zaman, pelaku dari dua bisnis ini pun mengikuti prinsip bigger is better. Kenneth D. Lewis (CEO Bank Amerika) dipertemukan dengan Thomas M. Ryan (CEO Consumer Value Stores) dalam CEO Exchange. Mereka setuju bahwa peran CEO  dalam menggabungkan nilai-nilai kehidupan sehari-hari dengan keadaan dunia modern saat ini adalah kunci sukses perusahaan.
Kenneth D. Lewis, saat ini adalah CEO dari Bank Amerika, sebuah perusahaan besar dengan 176.000 pegawai. Dikenal sebagai orang yang berprinsip pada hasil kerja yang maksimal bukan hanya pada batas standar. Memfokuskan diri pada segmen korporasi dan kartu kredit membuat Ken Lewis yakin bank Amerika akan semakin maju di masa depan. Untuk memperluas jaringan usaha, Ken Lewis yang pertama kali belajar pemasaran dengan menjual kartu Natal dari rumah ke rumah, kini melakukan ekspansi dengan membeli hampir seperempat bank yang berada di Meksiko. Harapannya akan tumbuh hubungan yang kuat dengan segmen pasar Hispanic di Amerika sendiri. Ia juga membeli 10% saham di China Construction Bank. Dengan memfokuskan diri pada sumber daya manusia di internal perusahaan, Ken Lewis mengharapkan timbulnya antusias tinggi pada diri masing-masing karyawannya. Hal ini juga yang menjadi dasarnya saat melakukan merger dengan MBNA, dimana ia mengurangi jumlah karyawan hingga 6000 orang dan mencari karyawan baru yang dapat berkontribusi lebih pada perusahaan.
Thomas M. Ryan, saat ini dipercaya sebagai CEO perusahaan farmasi ternama yaitu CVS. Berhasil mengakuisisi Revco Drugstores, Eckert, Save-On dan Osco Stores membantu CVS  tersebar di berbagai penjuru Amerika dan menjadi perusahaan retail terbesar hanya dalam satu dekade terakhir. Salah satu rahasia kesuksesan CVS adalah berhasil membuat target konsumen yang tepat. Tidak hanya ingin menjadi perusahaan farmasi biasa, CVS mengutamakan pelayanan dan harga terbaik. Kita juga dapat menghabiskan waktu untuk berkonsultasi atau mungkin hanya membahas isu aktual bersama apoteker mereka. CVS juga menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan besar dalam pelayanan jasa farmasi, misalnya Daimler Chrysler dan Lockheed Martin.
Dua CEO di atas menggunakan strategi akuisisi untuk pengembangan perusahaan mereka. Tentu saja tidak melupakan visi dan misi perusahaan, sehingga inovasi dan kreatifitas perusahaan dalam pengembangan strategi lain juga diutamakan. Prinsip mereka adalah: "we look at acquisitions, we don’t look at acquisitions for growth. We look to grow acquisitions"


Saya setuju, bagaimana dengan Anda?

Senin, 20 Juni 2011

The Chocolate Wars

Sesi 3 Marketing Class MDP 1
The Chocolate Wars
Resume oleh Fransiskus Yulianto Mage
Lecture: Ujang Sumarwan


kalimat inspiratif: Suatu tim/organisasi mampu bertransformasi dengan selalu memunculkan ide kreatif dan bersinergi

Hershey vs Mars
Dua perusahaan besar di industri coklat yang telah berperang sejak dulu hingga saat ini. Perang inilah yang membuat mereka akan terus berinovasi dan menghasilkan produk-produk baru sampai saat ini. Perang yang memiliki hubungan emosional antara masing-masing pendiri perusahaan. Amerika mungkin masih tidak percaya bagaimana seorang Hershey bisa menemukan formula yang pas untuk menggabungkan coklat dan susu, sehingga hadir lah milk chocolate bar. Hingga muncullah Mars, perusahaan pribadi, yang sebelumnya lebih terkenal dengan permen. Kemudian bekerja sama dengan salah seorang petinggi Hershey, William Murrie, untuk melakukan perang coklat dengan mengeluarkan M&M.  
Perang ini telah merambah berbagai segmen. Hershey boleh muncul dengan produk seperti Reese's Pieces dan Hershey Bar. Namun Mars datang dengan membawa Snicker, Milky Way, Three Musketeers dan M&M. Mars yang selalu berusaha menjadi penguasa menggantikan Hershey melakukan promosi besar-besaran. Salah satunya melalui media iklan yang waktu itu pertama kalinya dalam sejarah bisnis coklat. Meruntuhkan pandangan bahwa penjualan coklat pada waktu itu yang hanya dilakukan melalui outlet dan door to door. Hershey yang sebelumnya telah bekerja sama dengan militer sebagai pemasok tunggal coklat, akhirnya harus merelakan kerja samanya itu jatuh juga kepada Mars yang memiki jaringan sangat luas dalam pendistribusian coklat mereka. Tak mau kalah dengan pesaingnya, Hershey menjalin kerja sama dengan Universal Studios, lewat film E.T. Inilah yang membuat penjualan produk Reese's Pieces meroket. Ini merupakan prestasi terbaik dari segi penjualan produk Hershey. 
Saat ini Hershey tetap berada di puncak sebagai penguasa coklat, namun Mars akan setia berperang entah sampai kapan. Kompetisi produk, harga, distribusi dan promosi. Siapa pemenangnya menurut Anda?

Kamis, 16 Juni 2011

Types of Competition

Sesi 2 Marketing Class MDP 1
Types of Competition (Slide no.20)
Resume oleh Fransiskus Yulianto Mage
Link: www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id


  • Brand Competition, misal Honda vs Toyota, Boeing vs Airbus; kompetisi antar produk barang dan jasa pada tingkat harga, jenis produk dan konsumen yang sama
  • Industry Competition, misal Honda vs Mercedes, Bukopin vs BRI; kompetisi antar jenis industri yang sama (kelas produk sama), namun pada tingkat harga yang berbeda
  • Form Competition, misal Toyota vs Yamaha, Coca-Cola vs Aqua; kompetisi antar bentuk layanan yang sama (fokus pada kebutuhan konsumen)
  • Generic Competition, misal Honda vs kebutuhan sekolah anak vs paket liburan vs dll; kompetisi bukan pada produk dan jasa tetapi pada daya beli konsumen

Selasa, 14 Juni 2011

Sesi 1 Marketing Concept

Sesi 1 Marketing Concept
Resume oleh Fransiskus Yulianto Mage
MDP 1 BUKOPIN
Based on Ujang Sumarwan Marketing Class
Lecture, June 14th 2011


Seringkali kita tidak menyadari jika telah melakukan aktivitas pemasaran dalam hidup sehari-hari walaupun belum pernah mempelajari pemasaran sebelumnya. Misalnya secara tidak langsung ketika kita membantu meritwit (istilah keren anak jaman sekarang yang aktif di Twitter) promo suatu produk atau event musik. Berbicara tentang pemasaran, tentu saja kita berbicara tentang organisasi bisnis. Organisasi bisnis dalam menjalankan kegiatannya  melakukan aktivitas produksi, keuangan, administrasi yang mencakup kegiatan supporting dan SDM organisasi serta aktivitas marketing. Dalam suatu kegiatan, marketing lebih membutuhkan banyak orang karena jumlah konsumen yang besar. Pada saat mendekati konsumen, marketing tidak bisa diwakilkan oleh mesin. Tentu saja pendekatan personal dengan tatap muka lebih dianjurkan. Melalui pendekatan ini kita bisa lebih mengidentifikasi dan mengetahui perilaku konsumen.  Beberapa contoh pendekatan personal misalnya dengan melakukan pertemuan pada acara gala dinner, seminar atau menggeluti hobi yang sama konsumen.

Pengertian pemasaran oleh Philip Kotler: "proses sosial oleh seseorang/sekelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan, melalui proses menciptakan, menawarkan dan menukarkan produk dan jasa secara bebas kepada seseorang/sekelompok lain". Disini Kotler menekankan pada proses dari awal terbentuknya produk/jasa hingga beredar di pasaran.

Pemasaran dapat dilakukan dimana saja dan hampir di semua hal. Beberapa hal yang bisa dipasarkan adalah:
  • Produk, merupakan produk yang dihasilkan oleh produsen.
  • Jasa, misalnya bank sebagai bagian dari industri produk jasa
  • Pengalaman, industri yang menawarkan pemenuhan kebutuhan berupa pengalaman lebih bagi konsumen seperti outbond, arung jeram, training, dll.
  • Kegiatan, mempromosikan suatu acara atau kegiatan seperti IIMS, Java Jazz, dll.
  • Personal, mempromosikan seseorang berdasarkan prestasi atau kepopulerannya seperti atlit, artis, dll
  • Tempat,  mempromosikan suatu daerah lewat sektor andalannya seperti sektor pariwisata, dll
  • Kekayaan, penawaran surat-surat berharga kepada konsumen
  • Organisasi, misal perusahaan yang ingin merekrut calon pegawai baru 
  • Informasi, misal penjualan data untuk penelitian 
  • Ide, promosi ide kreatif karya seseorang seperti desain grafis, arsitektur, dll
Semua yang berhubungan dengan pemasaran selalu berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen. Masih banyak hal yang menggunakan aktivitas pemasaran sebagai bagian dari kegiatannya.  Dengan tidak pernah habisnya keinginan dan kebutuhan manusia, pemasaran pun semakin diandalkan untuk berada di garis terdepan perusahaan.